04: Pohon Kembar

Dua pohon Asam itu berdiri tegak memayungi puncak Doro Sawete. Rembesan cahaya sang mentari menembus sela-sela dedaunan rimbun keduanya, yang sesekali bergoyang perlahan dibelai angin.

Keduanya tentu sudah berada lama di puncak itu, setua pusara kecil tak bernama, entah milik siapa, yang berada tidak jauh dari mereka, tertutup oleh tumbuhan rambat dan semak belukar. Tidak ada yang tahu pusara siapakah itu gerangan.
Banyak yang berkata, pusara itu adalah pusara seorang kyai, tuan guru.
Ruma Sehe, sebutannya dalam bahasa Dompu.

Tidak, kami tidak mengambil gambarnya. Biarlah kami menggambarkannya dengan kata-kata, untuk menghormati sang pemilik pusara, yang terlelap dalam keabadiannya, ditemeni dua pohon tua.
Yang mendengar derap semut yang berbaris, yang mendengar kepak sayap kupu-kupu.
Sepanjang waktu…


<< | >>


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>